Posted by: ichwanip | January 24, 2009

Imlek berasal dari dialek Hokkian, atau Yinli dalam bahasa mandarin yang berarti “penanggalan bulan”. Tahun Baru Imlek di Tiongkok lebih dikenal dengan sebutan “Chunjie” (perayaan musim semi). Kegiatan perayaan itu disebut “Guo nian” (memasuki tahun baru), sedangkan di Indonesia lebih dikenal dengan sebutan “konyan”. Di Indonesia mereka merayakan Tahun Baru Imlek sebagai perayaan hari lahirnya Kong Hu Chu yang lahir di tahun 551 SM, sehingga dengan demikian penanggalan Imlek dan penanggalan masehi itu berselisih 551 tahun. Jika tahun Masehi saat ini 2009, maka tahun Imleknya menjadi 2009 +551 = 2560.

Apabila ingat Imlek secara otomatis ingat Angpauw (Hokian) atau Hong Bao (Mandarin) yang artinya amplop merah berisi uang. Angpauw ini bukan hanya digemari oleh anak-anak saja bahkan orang tuapun senang sekali mendapatkan angpauw.

Konon Angpauw ini bukan hanya sekedar dapat membawa keberuntungan, bahkan dapat melindungi anak-anak dari roh jahat, sebab uang (qian) secara harfiah berarti dapat “menekan kekuatan jahat” atau “ya sui qian”, masalahnya ada roh jahat yang bernama Sui; yang selalu hadir setahun sekali untuk mengganggu anak-anak kecil, maka dari itu di usulkan sebagai penangkal roh tersebut, sebaiknya ditaruh koin yang dibungkus dengan kertas merah sebagai tumbal dibawah bantalnya. Diyakini mereka unsur api yang membakar pada warna merah dapat melindungi dari pengaruh jahat.

Menurut adat kuno, yang boleh pergi keluar bersilaturahmi di hari pertama tahun baru Imlek, hanya kaum pria saja, tetapi sekarang adat ini sudah pudar. Dan ketika hari perayaan utamanya mengunjungi secara berurutan; orang tua suami, setelah itu orang tua isteri. Lalu ke sanak keluarga lainnya. Kalau adat jawa melakukan sungkem, orang Tiong Hoa juga demikian; yaitu melakukan tee-pai (pai-pai); dengan tangan kanan dikepal kemudian tangan kiri menutupi tangan kanan. Jari jempol berdiri lurus, dan menempel keduanya. Pai-pai kepada yang lebih tua sejajar mulut;  pai-pai  kepada yang seumuran sejajar dada; pai-pai kepada yang lebih muda sejajar perut; pai-pai kepada para dewa sejajar mata; pai-pai kepada Tuhan di atas kepala.

“Gong Xi Fa Cai – Wan Shi Ru Yi – Shen Ti Jian Kang”

(semoga sukses selama-lamanya & selalu dalam keadaan sehat)


Leave a response

Your response:

Categories